Pages

Senin, 28 Oktober 2013

Kita menjadi aku dan kamu.

Kali ini aku menggenggam sepucuk surat dari mu.
Sejauh ribuan kilometer kita terpisahkan jarak.
Berbeda benua, terpisahkan samudra, dengan waktu yang tak pernah sama.
Terkadang aku benci malam ku selalu gaduh, kau menghubungi ku dan mengucapkan selamat pagi, kau lupa kita berbeda tempat.
Namun aku juga rindu, jika kau tak lakukan itu.
Kini aku tak lagi merasakan benci oleh mu, kemudian itu menjadi rasa rindu pada ke konyolan mu.
Sepucuk surat yang telah ku terima menjelaskan segalanya, bagaimana kita yang akan menjadi aku dan kamu saja.
Kau wanita yang bertahun-tahun aku pertahankan.
Dengan selembar surat kau katakan "Maaf, kita harus berpisah" dengan sisipan kata sayang yang tak bermakna.
Aku pria bodoh yang gak dapat berbuat apapun.
Aku telah membiarkan semuanya terjadi.
Keangkuhanku pada wanita sabar sepertimu.
Kau harus memakai perhiasan darinya. Karena aku tak dapat menyematkan itu di jari manismu.

Rabu, 16 Oktober 2013

Pelukmu

Jika saja aku dapat mengikhlaskan rasa sakit itu, aku yakin bahwa aku takkan seberantakan ini. Aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Aku yakin tidak akan ada tangisan di sudut kamar. Aku yakin takkan ada teriakan dalam hati yang memanggil namamu. Apa aku yakin dengan keyakinan ku ini? Sudahlah, baiknya ku sudahi malam ini dalam hangatnya ilusi pelukmu.

Sabtu, 28 September 2013

Thanks :)

"Aku kan melihat anak-anakku berhasil"
Selamat jalan anak-anakku. Tempuh hidup baru. Jadilah anak-anak yang berbakti kepada orang tua, Bangsa, dan agama.
Doa ku selalu.
Pangandaran, 26 Mei 2013.
UZA

Jumat, 13 September 2013

Memelukmu erat.
Memandangi mu dalam-dalam.
Dikecup oleh mu dalam diam.
Dalam pelukan dengan waktu cukup lama.
Aku tak kuasa menahan tangis yang ku sembunyikan darimu.
Aku...rindu kamu.

?

Aku tak ingin merasakan hal ini.
Aku tak ingin berfikir ada yang berbeda.
Mungkin ini hanya perasaanku saja.
Yang membuat aku berfikir sedemikian rupa.

Minggu, 01 September 2013

Maunya sih gitu

Justru aku berharap, kau dapat membaca fikiranku. Membaca apa yang aku utarakan difikiranku saat dalam pelukan mu. Agar aku tak menyimpannya sendiri, agar aku tak kebingungan mencari cara mengutarakannya. Agar kau tau aku mencintaimu tanpa jeda.

Saat itu aku menangis

Saat aku melihat hal yang tak seharusnya ku lihat.
Saat timbul pertanyaan besar yang tak mampu ku jawab.
Saat aku mulai merasakan tetesan air mata membasahi pipi.
Saat aku tak dapat berkata apa-apa lagi.
Saat aku mencoba menyembunyikan wajah ini dari mu.
Saat aku tak bisa melakukannya.
Saat aku tetap tersenyum padamu.
Saat aku mencoba menjadi normal meskipun gagal.
Saat aku menyunggingkan senyuman dan menatap wajahmu diam-diam.
Saat kau bertanya kenapa namun aku jawab semua baik-baik saja.
Saat aku dipelukan mu.
Saat aku mencoba tidak menangis.
Saat aku meneteskan air mata kala kau kecup kening ini.
Saat aku masih menyimpan tanya.
Saat kita saling mengucap kata Cinta.
Saat aku melihatmu pergi.
Saat itu aku dapat menangis.
Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto saya
hi, my name dinda. i love everything i have ! i'm sweet seventeen.

Followers