Kamis, 11 Juli 2013
Selasa, 09 Juli 2013
Surat Dari Pengagum Rahasia Mu
Dear Kamu.
Sudah tiga tahun ini aku dan kamu saling mengenal. Itu bukan waktu yang sebentar. Masih ingat pertama kita kenal? Dunia maya yang mempertemukan kita. Padahal kita satu angkatan di sekolah.
Berlanjut saling mengirim pesan, hingga akhirnya pergi dan pulang sekolah bersama tanpa ada teman yang tau.
Hingga akhirnya aku menyimpan rasa padamu. Rasa yang tak mudah di mengerti. Rasa yang membuat pipiku merah merona kala mendengar namamu. Rasa yang...masih ada hingga sekarang meski kita berdua sudah tidak memakai Putih Abu-Abu lagi. Rasa yang sudah lama ku simpan tanpa berani ku utarakan.
Memang sepertinya aku hanya bisa menjadi pengagum rahasiamu. Hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Ikut tertawa saat kau melakukannya. Ikut bersedih saat kau mengalaminya. Atau diam saat kau bermesraan dengan kekasihmu.
Iya. Kau yang telah berdua dengannya hasil dari perkenalan singkat dan pernyataan Cinta dari perempuan itu. Padahal aku yang menyimpan rasa suka Itu dari dulu. Entah kau yang tak peka, atau aku yang terlalu malu menunjukkannya.
Aku tak habis fikir, bagaimana bisa dia denganmu sedangkan aku dengan rasa terpendam ku. Yang aku tau, itu skenario Tuhan.
Dan semua kata-kata ini tak berani pula ku perlihatkan langsung padamu. Ini hanya bisa ku simpan.
Jangan tanya
Kamu, iya kamu. Yang sedang duduk disampingku.
Sedang apa? Hingga kau tak merasa aku ada di sebelah kananmu.
Hey kamu! Kenapa kau acuhkan aku? Aku Ada disini, di samping mu...
Apa kau tuli? Sudah berkali-kali berteriak namun tak kau perdulikan!
Kamu! Iya kamu, hanya kamu yang ada disebelah kiri ku!
Yasudah, aku tak akan bertanya dan berteriak lagi. Percuma.
Kata orang berbicara dalam hati dapat dirasakan oleh si dia. Tapi mana buktinya?
Senin, 08 Juli 2013
Tapi aku bisa menunggu jika ku mau.. Part 5
Hari-hari kami lewati bersama. Canda tawa riang itu milik kamu berdua. Bahagia sekali aku memiliki Doni. Tak lelahnya aku mengucap rasa syukur kepada-Nya atas kebahagian yang diberikan-Nya lewat sentuhan malaikat tak bersayap itu.
Doni selalu memberi kejutan-kejutan Indah padaku. Hadiah-hadiah darinya selalu membuat aku tersenyum bahagia. Setumpuk bunga, satu kotak coklat, beberapa boneka, dan ribuan untaian kata-kata romantis. Tentunya masih Ada rahasia kejutan atau hadiah lain dari Doni untukku.
Aku suka saat dia memelukku. Itu terasa hangat. Aku suka saat dia menggenggam tanganku. Itu terasa aman buatku. Aku suka saat dia menatap dalam mataku. Itu terasa menyejukan. Dan aku suka saat dia mengelus lembut pipi dan memainkan rambutku. Aku dibuat manja oleh nya.
Akhir minggu ini aku akan pergi ke Lombok dengan Doni dan sahabat kami. Aku sudah menyiapkan barang apa saja yang harus aku bawa. Bahkan aku juga mengurusi beberapa barang bawaannya Doni. Doni selalu menganggap aku layak sebagai istrinya.
Tiba saatnya hari dimana kami pergi Ke Lombok. Kami naik pesawat sampai Ke Bali. Aku duduk dengan Doni. Ini adalah pertama kalinya aku naik pesawat dengan dia. Aku takut ketinggian, namun di sampingnya aku dibuat aman.
Kami sampai di Bali pukul 1 siang. Kami pun langsung pergi ke villa milik Cheren. Hanya satu hari di Bali karena hanya istirahat saja. Esoknya kami naik kapal untuk pergi Ke Lombok. Aku benarbenar senang liburan bersama Doni.
Langganan:
Postingan (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.
About Me
- dindatasa_
- hi, my name dinda. i love everything i have ! i'm sweet seventeen.

