Pages

Sabtu, 28 Juli 2012

mencintaimu untuk selamanya.

Tak banyak alasan aku tetap bertahan pada satu, dirimu.
Tak banyak ucapan yang membuatku bertahan, untukmu.
Tak banyak tingkahku untuk tetap, bersamamu.
Aku, disini, ditempat ini, itu, karena, kamu.
Tak perduli berapa pasang mata yang menerawang jauh akan kita berdua.
Tak perduli berapa banyak mulut mereka mengeluarkan pertanyaan akan "mengapa" perasaan ini tetap ada.
Aku tetap aku yang tetap mencintaimu.
Tak perduli mengapa mereka mencibir.
Tak perduli mereka meneriaki.
Aku tetap disini, mencintaimu untuk selamanya.


Ya, hanya aku dan kamu yang saling cinta.

page 36 sadgenic by rahne putri


Jumat, 27 Juli 2012

STARS

“Taukah kau, bintang-bintang punya sirkulasi waktu. Seperti kita. Untuk jangka waktu 25 juta tahun, kita akan mengulangi kejadian yang sama seperti yang terjadi sekarang. Kita akan bertemu orang yang kita temui sekarang. Dan kau tau apa permintaanku? Aku ingin bertemu denganmu sekali lagi!!”


“Mungkin, bintang tak pernah sama banyak. Aku melihat bintang yang banyak disini. Kau tau? Aku teramat mencintai bintang. Mungkin kau pun sedang melihat bintang, di belahan lagit lainnya. Dengan bintang yang entah lebih sedikit, atau lebih banyak. Semoga saja, kita melihat bintang yang sama.”

vous.. ='D

aku tak percaya air bisa digenggam | tapi kau percaya kita dapat bersatu kan, dinda ? | oh vous sesulit itukah kita ?! | karena cinta ini jernih, seperti hanya air jernih.

Girls Must Know: 15 Kalimat Yang Dibenci Pria

Sekalipun pria adalah makhluk yang sportif dan bertoleransi besar, namun mereka tak suka mendengarkan 15 kalimat ini

1. Kamu cute banget....
Ok, beberapa pria mungkin tak keberatan disebut cute. Namun, sebagian besar lainnya ogah dipuji cute karena kesannya ia cantik dan seperti wanita. Pria lebih suka dibilang cool, karena terdengar keren dan maskulin.

2. Perut kamu gede yah...
Tak hanya wanita saja, pria juga bisa merasa tersinggung bila Anda terlalu blak-blakan seperti itu. Bila memang Anda teman dekatnya, Anda bisa mengajaknya ke gym dengan alasan ingin ditemani atau agar dia terlihat lebih keren.

3. Boleh nggak aku jujur?
Berbeda dengan wanita yang lebih banyak berbunga-bunga saat mendengarkan kalimat tersebut, pria cenderung deg-degan dan berpikiran negatif saat kalimat itu dikatakan. Pada umumnya, memang kelanjutan dari kalimat ini adalah penolakan bagi pria, sehingga radar mereka langsung menangkap aura negatif saat ada yang mengucapkannya.

4. Kalau itu sih adikku juga bisa...
Pria tak suka diremehkan, ingatlah hal itu. Bila Anda ingin memenangkan hatinya, berikan ia pujian, sekecil apapun tindakan yang dilakukan. Asal Anda juga tak boleh lebay, karena seharusnya pujian itu datangnya tulus dari Anda.

5. Jorok banget sih mobil kamu!
Walaupun di dalam mobilnya berantakan seperti kapal yang baru tertabrak karang, jangan sekali-kali mengoreksi kondisi mobilnya. Sebenarnya ia sadar kok, dan dengan Anda diam sambil melirik barang-barangnya saja keesokan harinya ia akan membereskannya.

6. Aduh, Louis Vuitton lagi discount lho!
Kalimat ini lebih cocok Anda ucapkan saat berkumpul dengan sahabat. Respon mereka tentu saja akan lebih menyenangkan dan Anda pun puas membahasnya. Sedangkan bila Anda membahasnya dengan pria, akan terdengar crispy dan akhirnya terdiam satu sama lain.

7. Kamu itu nggak berguna!
Hei, tunggu dulu ladies! Kalimat ini sangat kasar dan tak pantas diucapkan oleh wanita secantik Anda. Sekalipun Anda kesal terhadapnya, jangan biarkan kalimat ini meluncur dari bibir merah Anda.

8. Si ini habis bertengkar dengan pacarnya, dan bla bla bla
Apabila ia mendengarkan cerita Anda, itu hanyalah sebuah aksi toleransi dan ingin agar Anda merasa diperhatikan. Bukan karena ia suka mendengarkan cerita dan gosip Anda.

9. Mantanku dulu...
Tak ada sosok pria yang suka mendengarkan cerita tentang mantan. Mereka mungkin penasaran dan sesekali mendesak Anda bercerita. Tetapi percayalah bahwa sebenarnya mereka hanya tak mau kalah dari mantan Anda.

10. Wah, si anu kemarin dihadiahi cincin oleh kekasihnya
Dan bila mendengar kalimat itu, ia serasa ingin menghilang dari depan Anda dan menyendiri. Mungkin Anda tak bermaksud menyinggung dirinya, namun bagi beberapa pria ini adalah sebuah kode penting.

11. Kayaknya aku perlu ngomong deh...
Kalimat ini bagaikan kibaran bendera perang bagi pria. Dan seketika itu ia langsung mengendus kabar tak baik dari Anda. Ia pun bersiap dalam posisi defend, dan akan berusaha keluar dari setiap pertanyaan Anda. Bila Anda ingin membahas sesuatu, ajak dia dalam kondisi santai, dan jangan katakan Anda ingin membahas hal penting.

12. Kalau menurut kamu dia cantik nggak?
Bayangkan betapa sulitnya posisi seorang pria saat itu. Ingin menjawab cantik, Anda akan marah. Menjawab Anda lebih cantik, Anda akan curiga. Pertanyaan seperti ini, apapun jawabannya akan memicu pertengkaran tidak penting. Cantik atau tidak orang lain di mata si dia, yang penting Andalah yang mengisi hatinya.

13. Mungkin seharusnya kita nggak bertemu
Dan, runtuhlah dinding kokoh di hati pria saat itu juga. Kalimat ini tak hanya membuat ia sedih, tetapi juga memukul ego di dalam dirinya.

14. Memangnya kamu bisa?
Sekali lagi dear, kami mengingatkan agar Anda tidak meremehkan seorang pria manapun. Pria akan berusaha melakukan apapun demi orang yang dicintainya, setidaknya hargailah usahanya.

And least but not last,

15. Si itu hebat lho, beib...
Sehebat apapun teman pria Anda, jangan tunjukkan bahwa Anda mengaguminya. Bagi pria, kaum adam lainnya adalah saingan yang perlu diwaspadai dan tak boleh sampai masuk ke teritorinya. Memang sih, beberapa di antaranya merasa fine-fine saja bila Anda sekedar bercerita. Namun tak dipungkiri rasa ingin bersaing dan lebih unggul selalu muncul di balik itu.

for me..and


1. Merasa dideketin pas mereka ada butuhnya aja? itu berarti mereka punya masalah yg sangat besar dan mereka mengakui bahwa mereka tidak bisa, dan hanya kamulah yg bisa ngebantu.
2. Mereka Pergi saat sudah kita bantu? berarti kita udah sukses ngebagi ilmu kita ke orang lain dimana orang lain sudah merasa bisa dan sanggup untuk berdiri sendiri tanpa bantuan kita lagi.
Apakah itu semua kurang cukup untuk mengartikan bahwa kita JAUH dan sangat JAUH di atas mereka?

Can you stop it, hum ?


“Berhentilah mengagumiku, aku bukan manusia sempurna yang pijakan kakinya mampu menggetarkan bumi.”
“Berhentilah memikirkanku, ada banyak hal yang lebih penting untuk dipikirkan ketimbang memikirkan manusia sepertiku.”
“Berhentilah menceritakanku disetiap puisi indahmu.”
“Berhentilah…

ya, itu ASUMSI


Ada sosokmu yang hidup di benakku dari asumsi-asumsi yang kubuat sendiri.
Sepertinya kau menyenangkan untuk diajak berdiskusi dan berargumentasi, sepertinya kau melankolis total kadang-kadang, sepertinya menyenangkan memelukmu dari belakang, sepertinya ayahku akan sangat suka padamu, sepertinya kita akan bisa caving dan random travelling sesering mungkin, sepertinya masih ada perempuan masa lalu yang membebani langkahmu, sepertinya menyenangkan bisa menyentuh kerut-kerut di senyummu setiap hari, sepertinya sepertinya sepertinya.

Asumsi-asumsi ini melelahkan karena aku tak tahu mana yang nyata, sehingga aku padamu terus saja semakin suka. Ini gila.

Entahlah, anehnya aku suka begini saja. Membiarkanmu hidup di benakku dari asumsi-asumsi yang ada. Mengagumimu dengan asumsi-asumsi yang belum tentu nyata. Bukankah ini menyenangkan? Menikmatimu dari jauh saja dan lalu meletupkan asumsi-asumsi baru. Menghidupimu dengan mengkonsumsi asumsi yang kuciptakan sendiri.

Menindaklanjuti asumsi-asumsi ini juga pilihan yang menyenangkan -tentu, karena bisa dekat-dekat denganmu- menikmati senyummu dari jarak (yang semakin) dekat tentu semakin baik -kelak akan membuatku semakin mabuk. Oh, dan sosok dalam asumsi itu akan berwujud nyata! Aku pasti tak akan sabar untuk segera memelukmu dari belakang, posisi pelukan yang paling aku suka!

Tapi bukankah kenyataan tak pernah memuaskan perasaan? Lalu bagaimana jika ada kecewa? Siapa yang akan disalahkan? Apa yang akan disalahkan? Kau, tak salah karena memang selalu begitu adanya. Asumsiku, tak salah karena memang begitulah (hakikatnya) asumsi -maka itu ia dinamakan asumsi.

“Pengharapanmulah yang mengkhianatimu.”

Maka, bukankah begini saja cukup menyenangkan?

terkadang jika sesuatu telah terjadi, penjelasan pun tak diperbolehkan terucap, egois..
Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto saya
hi, my name dinda. i love everything i have ! i'm sweet seventeen.

Followers