Pages

Rabu, 14 Maret 2012

last you send me a last letters

Dear Dinda,
Mungkin kamu tidak mau membaca surat ini.
Atau mungkin bahkan tidak mau menerimanya sama sekali.
Tapi, seandainya kamu mau.. tidak… bahkan seandainya ada seseorang yang menemukan surat ini setelah kamu membuangnya, membacanya, dan membertahukan isinya kepadamu, aku akan sangat-sangat bersyukur.

Dinda, sekian lama hatiku lebur saat kamu memutuskan hubungan kita.
Semuanya terasa begitu indah walaupun tak sampai dua tahun.
Dan aku… aku telah merusaknya.
Aku tahu itu.Tapi bahkan kamu tidak mau menerima maafku.
Tidak bahkan surat-surat dan telepon yang kutujukan padamu.

Dinda, aku minta maaf. Sedalam-dalamnya. Dari lubuk hatiku.
Ini surat terakhir yang mungkin kualamatkan padamu.
Aku ingin menemuimu saat pembagian, tapi teman-temanmu melindungimu dariku.
Kamu selalu `tidak ada’ di rumah.
Ah, aku tak tahu harus berbuat apa.
"Aku akan pergi ke London" lewat Jakarta.
Pesawatku berangkat
pukul 15.40 WIB Rabu ini.
"Mungkin aku takkan pernah bisa menemuimu lagi."

Dinda, kuharap kamu ada di sana mengantarkanku. Aku tahu itu tak mungkin, mengingat kebencianmu yang sebegitu dalamnya padaku.
Tapi tak ada salahnya bermimpi, bukan? Mengingat segala yang lalu, aku mungkin tak berharga bagimu.
Tapi… sekali saja. Yang terakhir. Karena aku masih mencintai kamu.

Donny

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto saya
hi, my name dinda. i love everything i have ! i'm sweet seventeen.

Followers