Dear Sunday.
Kamu selalu membawaku bahagia setiap datangnya.
Kamu tak pernah henti-hentinya menyuguhkan ku cara tersenyum dan tertawa.
Tapi kamu pun akan membuatku menangis disini.
Aku hilang arah, kiblatku inikah akhirnya ?
Aku merasa seperti bagian dari sayatan yang terbuang hilang jauh.
Terinjak kaki-kaki manusia yang tak tau dan tak jeli.
Aku meronta meneriakan ampun, tapi mana ada yang perduli ?
Semua terasa sepi diantara jerit tangisanku.
Aku terpapah menuju setitik kecahayaan yang pasti akan Tuhan sembahkan padaku.
Namun hanya waktu yang salah.
Seseorang datang membawa keyakinan untuk menjadikanku bidadari baginya, karena permaisuri tak sebanding.
Aku mencintainya-teramat, perkenalan kami bertahun-tahun itu tidaklah mudah kami rajut hingga sebuah kata manis terlihat dilayar chatting messenger-ku.
Aku terkejut, aku bahagia, aku senang, dan aku sedih.
Mengapa tak sedari dulu ?
Mengapa tak sedari kemarin ?
Mengapa tak sedari waktu itu ?
Mengapa sekarang ?
Mengapa disaat aku merasa jadi pergantian dari barang yang sudah rusak ?
Mengapa selagi aku menikmati masa-masa berantakannya aku ?
Aku bahagia dapatkan kamu.
Teramat bahagia mendapatkan kamu yang paling aku inginkan.
Dan sekarang terimakasih akan kebahagian itu, aku hargai aku terima aku MENCINTAIMU !
Aku sayang sama kamu, bang..
Lagi-lagi memang waktu yang tak tepat, i love you more and more.
Sabtu, 12 Mei 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.
About Me
- dindatasa_
- hi, my name dinda. i love everything i have ! i'm sweet seventeen.
0 komentar:
Posting Komentar