Sedikit perih sebenarnya hati ini untuk mengutarakan kembali bagaimana kisah cintaku, dengan mereka yang ku temui lewat layar monitor.
Mereka yang teramat spesial dihati-singgah-lalu pergi untuk alasan yang tak begitu pasti membuatku tenang.
Sekian dari LDR-ku pergi karena tak kuat melanjutkan LDR padahal ternyata tertarik wanita lain di kota-nya.
Ya, itu membuatku bingung sekaligus kecewa ! Mengapa mereka memanahkan panah cinta jika hanya alasan BODOH yang akhirnya keluar dari mulut yang dulu dipenuhi janji manis ? hahaha BUSUK !
"Oke skip tentang sebuah amarah terpendam."
Aku bersyukur sekali, Tuhan memperknalkan aku tentang bagaimana indahnya CINTA JARAK JAUH. Bgaimana indahnya membalas kata rindu lewat SMS-TELEPON-WEBCAM atau apapun yang jelas kita bermesraan dalam dunia kita sendiri-dunia yang terasingkan untuk seseorang yg biasanya merangkul kekasihnya, yang setiap hari dijemput oleh kekasihnya saaat pergi dan pulang sekolah, yang ketika lapar tiba-tiba ada seorang pengantar makanan yang ternyata kekasihnya. Itulah kisah cintaku, sejak tersakiti satu lekali berengsek yang kebetulan satu kota denganku, untuk melirik lelaki lain yang satu kota-pun aku cukup waspada.
"Dan kini, aku merindukan sosok kekasih, tak perduli dimana dia ada sekalipun dibalik bumi-ku, sekalipun dikutub es mana-pun, sekalipun digurun terpanas, asalkan dia mau setia padaku."
Aku mengaku egois, menginginkan setiap cinta ku peroleh, lalu kita berpacaran, dan langgeng hidup bahagia. Karena LDR aku kuat, sekalipun tersakiti dan aku bisa menahan menangis. Banyak dari teman-temanku "menggelengkan kepala" tanda takjub akan kisahku, kisah mereka terlalu dangkal. Bukan, bukan aku menghina, tapi mereka terlalu membuat-buat kisah cintanya itu seakan-akan paling tragis. Lalu aku mendekati mereka, sekedar menawarkan kisah cintaku pada mereka. Tentang bagaimana aku mengenal mereka lewat layar monitor. Tentang bagaimana aku mendapatkan nomor handphone-nya. Tentang bagaimana aku semakin hari semakin dekat dengannya. Tentang bagaimana akuu mulai nyaman dengannya. Sampai aku menyetujui koitmen untuk dan menjalin kasih dengannya. Aku menceritakan dari awal hingga khir, ya awal yang bahagia dan akhirnya berkebalikannya. Mereka hanya diam takjub akan kisah cintaku, bukan-bukan aku melebih-lebihkan, tapi memang begitu adanya.
![]() |
every day can only do this |
![]() |
DON'T CARE WITH TIME |
![]() |
| IF WE MET, SURELY THIS WOULD HAPPEN ~ |
| IT IS TRUE !!
TRUE LOVE ALWAYS WINS !!!
|




0 komentar:
Posting Komentar