Tak kurasa sudah 1 tahun berlalu aku mengenalnya. Donny Alfrando, lelaki berwajah perpaduan tampan dan tenang. Sangat memperlihatkan ciri bahwa dia keturunan bule.
Hari ini Donny mengajakku untuk canlelight dinner disebuah tempat. Donny tidak memberitahu dimana percis tempat itu. Dia hanya mengatakan, tempat itu indah. Itu saja.
Aku sudah bersiap diri. Menggenakan pakaian yang indah pula. Gaun malam berwarna hitam. Taburan permata disekitar pundak sebelah kiri hingga dada. Rambut keritingku sedikit aku gelung, menyisakan sedikit helai disebelah kanan dan kiri. Aku memakai anting permata yang bunda belikan saat pergi ke Milan. Aku juga tetap memakai kalung huruf inisial T dengan permata disela-selanya. Aku membawa tas kecil, hanya untuk menyimpan handphone, dompet, dan tissue. Sepatu berwarna perak pun aku pilih.
"De, Donny udah nunggu di depan. cepetan ya, kesian nanti dia tunggu lama"
"kita mau kemana sih ?" lagi-lagi aku tanyakan itu pada Doni.
"duduk dan nikmati mata kamu yang tertutup. Aku gak bakal macem-macem atau bawa kamu ke hal negatif deh tasa.."
Malam ini Doni memakai jas berwarna hitam juga. Kemejanya berwarna putih. Kancing jasnya sengaja dibuka. Kancing atas kemejanya terbuka satu. Dia tampan.
Kita sudah sampai, Doni yang bilang. Dia menuntunku berjalan dengan merangkul pundakku dan memegang tangan kananku.
Dia nmenuntunku untuk duduk. melepaskan tanganku. Cukup cemas aku. Dari kejauhan ku dengar suaranya menyuruhku membuka ikatan dikepalaku yang mentutpi bagian mataku. Saat aku membukanya, aku terpkekik kaget melihat pemandangan indah. Ini indah sekali.
"kamu suka tasa ?"
"Donny, ini.."
"ini untuk kamu.."
"terim.." telunjuknya menempel pada bibirku. membuatku berhenti mengakatakan terusan dari 'terimakasih'
"nanti saja, saat akan pulang baru kamu mengucapkan terimakasih"
Saatnya mencicipi makanan buatan para koki di hotel berbintang lima ini. Aku terkejut saat membuka mata. Aku mendapati cahaya lilin dimana-mana. Ada satu meja ditengahnya. Meja dihiasi oleh hiasan yang simpel namun tetap romantis. Disudut ada para pemain musik. Memainkan alunan musik yang cocok untuk kami berdua.
Makanannya telah kami habiskan. Enak. Aku meminum sisa air putihku. Tiba-tiba Donny meraih tanganku.
"kamu cantik hari ini"
"terimakasih ya.. kita pulang sekarang ?"
"tunggu sebentar, aku ingin mengatakan sesuatu" Tiba-tiba Donny mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya.
"Aku sayang kamu, Tasa. Mungkin inilah yang disebut cinta pertama pada pacar pertama yang selalu teman-teman pamerkan padaku. Akhirnya aku merasakan ini kepadamu"
Aku terkejut mendengar pernyataan itu. Donny menyatakan cinta padaku.
"will you be my girlfriend ?"
Tanpa berfikir ke seratus kali lagi aku menerima Donny, "yes, i will". Aku sangat menyayangi Donny. Teramat merasakan sayang ini.
Donny memasangkan cincin perak yang dipenuhi permata kecil itu dijari manisku. Aku bahagia. Donny mengecup keningku. Memelukku. Aku bisa merasakan jika ini pelukan tulus kasih sayang, bukan nafsu atau permainan. Malam ini begitu Indah, Sangat indah. Donny mengecup bibirku tipis.
14 Februari 2010, Donny Alfrando dan Tasa Audrylya Resmi menjadi sepasang kekasih.

0 komentar:
Posting Komentar