Pages

Sabtu, 10 November 2012

PROLOG


PROLOG

“Maafkan Aku, aku tidak bias benar-benar mencintaimu seperti yang kamu harapkan” Reno mengatakan lirih, hening seketika, hingga suara tangisan kecil itu terdengar. “Baik, aku terima itu semua. Jangan menyesal. Semoga kita baik-baik saja”. Tasa keluar dari mobil Reno, perempuan itu tidak menoleh sekali ataupun sekedar mengatakan hati-hati pada Reno.

Dia masuk ke dalam kamar sembari membanting keras-keras pintu kamarnya. Mbok Surti pembantu yang sudah berpuluh-puluh tahun mengabdi dikeluarga Tasa pun kaget dan menyusul Tasa hanya sekedar memastikan keadaannya baik-baik saja.

Tangis itu pun membuncah dibalik pintu kamar Tasa. Dia benar-benar tak dapat menghentikan tangisnya. Rasa sakit itu benar-benar membuat Tasa sesak nafas karena menangis. Dia melangkah lemah menuju tempat tidurnya, riasan cantik diwajahnya sangat terlihat hancur. Lama-lama Tasa pun tertidur.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto saya
hi, my name dinda. i love everything i have ! i'm sweet seventeen.

Followers