PROLOG
“Maafkan
Aku, aku tidak bias benar-benar mencintaimu seperti yang kamu harapkan” Reno
mengatakan lirih, hening seketika, hingga suara tangisan kecil itu terdengar.
“Baik, aku terima itu semua. Jangan menyesal. Semoga kita baik-baik saja”. Tasa
keluar dari mobil Reno, perempuan itu tidak menoleh sekali ataupun sekedar
mengatakan hati-hati pada Reno.
Dia
masuk ke dalam kamar sembari membanting keras-keras pintu kamarnya. Mbok Surti
pembantu yang sudah berpuluh-puluh tahun mengabdi dikeluarga Tasa pun kaget dan
menyusul Tasa hanya sekedar memastikan keadaannya baik-baik saja.
Tangis
itu pun membuncah dibalik pintu kamar Tasa. Dia benar-benar tak dapat
menghentikan tangisnya. Rasa sakit itu benar-benar membuat Tasa sesak nafas
karena menangis. Dia melangkah lemah menuju tempat tidurnya, riasan cantik
diwajahnya sangat terlihat hancur. Lama-lama Tasa pun tertidur.

0 komentar:
Posting Komentar